Hayok bahas tentang pacaran... nga berasa gue udah ampir 6 bulan pacaran... hihihi.. kita masing udah mulai terbiasa dengan kelakuan pasangan, tapi rasanya masih ada kelakuan2 yang blom keliatan seh, tapi it's fine, namanya proses, kata orang kalo udah married (tinggal bareng) baru akan bener2 keliatan kelakuannya.... hahaha... Soal itu gue jalanin ajalah... kita masih bisa survive. Tapi ada hal2 yang mau gue share sama u guys.
Ini muncul baru aja kemaren malam, saat kepala gue cenut2 dan 2 orang ibu muda ber'buntut" anak, curhat serius di kubikel sebelah, gue nga denger lengkap curhatan mereka, tapi gue dikasi kesimpulannya tepat diakhir curhatan :
"inget yah erni, simpen duit loe sdr, jgn kasih tahu angka gaji loe sesungguhnya ke pasangan, apalagi nanti kalo udah married, and punya anak. Bukan nakut2in, mau sebaik apapun si-cowo, loe harus lebih pinter punya simpenan (uang maksudnya) klo nga, bisa empot2an, percaya deh, teori sama praktek itu beda".
Biasanya pengalaman itu emank GURU. kalo cuman teori, bisa aja prakteknya beda. nah 2 orang ibu muda ini memiliki suami yang berbeda dan punya pengalaman yang sama soal keuangan. ini soal pepatah istri ke suami "duit elo itu artinya duit gue, duit gue yah duit gue". hahaha.. Dua ibu muda ini tahu teorinya : istri yang atur keuangan. tapi prakteknya ternyata mereka diatur oleh suami. dan ketika terjadi kekurangan uang, ketika minta malah di omelin2. Tujuannya baik seh, supaya nga kekurangan, toh uang itu juga untuk kebutuhan keluarga, bukan kebutuhan pribadi. Bahkan salah satu ibu sudah melakukan pengrahasiaan nilai gajinya, tapi tetep aja kena omel.
Actually, pengalaman mereka membuat gue berpikir sederhana, kalo gue bisa ikutin nasihat mereka, punya simpenan uang tanpa diketahui suami, one day gue bisa aja punya "simpenan" tanpa diketahui suami.
Gue jadi inget pengalaman 1 orang bapak, dia cerita gaji dia masuk ke rek istrinya, istri yang mengatur keuangan seluruh keluarga, dan alhamdullilah nga kurang. TAPI, dia punya tabungan rahasia yang tidak diketahui istrinya, asal uangnya dari mana gitu gue lupa (apa ada sampingan atau apa gitu). Nah... pernah satu kali dia beli hadiah ultah untuk istrinya, dari rekening rahasia, tujuannya supaya istrinya nga tahu nilai hadiah itu. eeeeh.. malah diomelin.. kenapa bisa beli hadiah tapi nga ada bill dan nilai account yang berkurang dari tabungan. hahahaa... ketauan deeeeh... tapi dia serba salah juga, kalo beli hadiah trus ketahuan nilainya besar, bisa2 diomelin juga, pengeluaran sia2, wkwkwkw...
Gue jadi berpikir, serba salah yahh.. niat baik bisa berubah jadi tidak menyenangkan. Tujuan mereka punya rekening rahasia adalah untuk menyenangkan orang laen (pasangan / keluarga).
punya : kalo ketahuan diomelin (knp nga jujur), kalo nga ketahuan tetep diomelin (yang mereka tahu duitnya kurang, padahal dalem hati punya cadangan)
nga punya : juga di-omelin karena emank kekurangan.
jadi lebih baik nga punya.. keep honest walaupun ujung2nya di omelin, toh sama2 diomelin khan? hahaha.
So.. how my household will end-up ?? diomelin krn kekurangan uang?? atau gue yang ngomel2 karena nga ada uang.??
gue seh tetep ber-t-e-o-r-i, kalo nanti married everything should be transparent, bahkan resikonya harus ditanggung secara transparent. how we solve the problem secara transparent? prepare from now. masih pacaran udah prepare how to solve the marriage problem, gimana caranya...?? menghadapi kenyataan aja belom.. wkwkww... that's called sedia payung sebelum hujan. sedia payung itu berawal dari beli payung sama bawa2 itu payung.. bedanya cuman 1, ujan itu keliatan (aernya) hihihih.. marriage problem itu "nga keliatan" sampe kita jalanin. yaaaaah.. itulah pentingnya punya GURU dan jadi murid.
GURU kita ada 2, yang keliatan sama yang nga keliatan.
yang keliatan : bisa orang tua, temen2, mentor, siapa aja bisa jadi guru.
yang nga keliatan : Tuhan Yesus.
Kalo punya guru tapi nga jadi murid, sebenernya percuma..! kita cuman denger, tp no respons. murid itu harus berespon, yah responnya selain ke guru, tapi ke diri sendiri, tapi pasti ada respon. kalo enga, apa guna nya seorang guru tanpa murid?
Yaaaaaah.. gue jadi keinget bbrp bulan lalu, ditawari ikut semacam test, buat ngukur kapasitas diri kita dan pasangan, dari semua aspek : keuangan, keluarga, mental, karakter, dsb. test itu tadinya buat pasangan yg mau nikah, tapi gue pikir knp enga dicoba, jadi kalo memang ada yg harus diperbaiki, yah harus dari sekarang, jgn sampe telat ketauannya. Berubah itu SUSAH, jadi jangan tunda2 kalo ada kesempatan untuk berubah. Anyway kalo ada yg tertarik sama test ini, coba hub gue, nanti gue kenalin ke orangnya *promosi*, konsul pre-wedding gitu. *bayar tp nga tahu berapa*
Maap blog gue kali ini agak mengawang2 untuk sesuatu yang belum terjadi tapi bisa di rencanakan. Kalo Tuhan berkenan, semua tergantung pilihan kita. Tuhan kasi banyak kesempatan, kita cuman memutuskan ambil atau tidak. Buat gue sekarang Dia kasi kesempatan untuk cari solusi sebelum terjadi bencana. (kata "bencana" extreme yah??, gue lagi sambil denger lagu Karma, wkwkw.. maap interupsi)
Selamat ber-GURU dan menjadi MURID.
:)
Tuesday, 21 January 2014
Wednesday, 25 December 2013
ready for Christmas?
nope... i'm not ready for Christmas.
Yes, I wish for Christmas, but I'm not ready for Christmas.
Christmas means Jesus, Son of God come to this world, it's a wonderful day, but I'm not ready.
Christmas was and will always celebrated in every nation, city, village and so on, but what is it for when u are not ready?
Why?
I haven't done anything, and when Christmas come that means I have to give Him my accountability.
What I've done for 27 years (and counting) of my life?
What can I do?
The simplest one is sharing my life. Give my life to the fullest, instead of receiving something for my life.
doing this simplest thing is not as easy as everybody thought.
Sharing my joy, my happiness, my passion, my energy, my heart, my wealth, my mind and the most of all, share the salvation that I had receive. It just about share my life. easy huh? nope. that's why I'm not ready for Christmas.
Jesus, Son of God :
He gives healing to people, He do miracles, He feed the people (spiritually and physically) He preaching about love, and what He receive? rejection
He admonish the people from sin, He touch the hostile, He tell the New Earth that God prepare, He shows to us how to forgive, and what He get? torture
Jesus do the sharing of life throughout His life in every aspect of life, and what He receive? death, but it's a WORTH DEATH of all death.
He was rejected, tortured, crucified, death. What is it for? to saved you and me from death.
are you ready for Christmas?
ps : Christmas means Christ come to this world, the 1st time He came was 2000 years ago. He already come, but He leave to up above to prepare our place. We need to prepare the 2nd coming. people used to said it as the End of the Day, but I called it Christmas Day. ^^
Yes, I wish for Christmas, but I'm not ready for Christmas.
Christmas means Jesus, Son of God come to this world, it's a wonderful day, but I'm not ready.
Christmas was and will always celebrated in every nation, city, village and so on, but what is it for when u are not ready?
Why?
I haven't done anything, and when Christmas come that means I have to give Him my accountability.
What I've done for 27 years (and counting) of my life?
What can I do?
The simplest one is sharing my life. Give my life to the fullest, instead of receiving something for my life.
doing this simplest thing is not as easy as everybody thought.
Sharing my joy, my happiness, my passion, my energy, my heart, my wealth, my mind and the most of all, share the salvation that I had receive. It just about share my life. easy huh? nope. that's why I'm not ready for Christmas.
Jesus, Son of God :
He gives healing to people, He do miracles, He feed the people (spiritually and physically) He preaching about love, and what He receive? rejection
He admonish the people from sin, He touch the hostile, He tell the New Earth that God prepare, He shows to us how to forgive, and what He get? torture
Jesus do the sharing of life throughout His life in every aspect of life, and what He receive? death, but it's a WORTH DEATH of all death.
He was rejected, tortured, crucified, death. What is it for? to saved you and me from death.
are you ready for Christmas?
ps : Christmas means Christ come to this world, the 1st time He came was 2000 years ago. He already come, but He leave to up above to prepare our place. We need to prepare the 2nd coming. people used to said it as the End of the Day, but I called it Christmas Day. ^^
Sunday, 3 November 2013
13 lasmA (baca terbalik)
hahaha.. gue kasih judul yang nga penting banget...!! sungguh alay. haahha

Yaah... actually gue lagi mengalami pembentukan (aka. mold) Andaikan jiwa kita terbuat dari emas/perak (atau apapun bahan logam), gue ngebayangin mold nya sakit amat yah. dibakarrrr...!! sampe lumerrrrr. tp di Alkitab analogi yg dipake Tuhan, mold itu dari material tanah liat / lempung, gue sempet berpikir mungkin karena lebih lunak jd nga sakit. WRONG. knp? yak kalopun masih lunak, abis dibejek2, dibentuk, trus di-ukir2, abis itu khan masuk proses pembakaran juga. hahaha.. sama2 dibakaarrrr...! *maap agak anarkis* So nga ada bedanya, mau logam ataupun tanah liat, proses mold itu sakit. (kalo bahasa dunia : beauty is pain)
This how God's work, gue lagi sate plus mencoba mem-PA (buku diatas) Amsal 31. terutama ayat 10-31. melalui materi ini gue mulai membaca pembentukan Tuhan, dan keren nya dalam 21 ayat ini, semua aspek kehidupan wanita itu masuk kesana. gue coba ambil beberapa point yg membuat hidup gue di "mold' sama Tuhan :
- jadi wanita yang ready in the morning for his whole family dan membagi2kan pekerjaan (membuat job-desc) nga cuman utk keluarga tapi juga utk pembantu/karyawannya. - ayat 15
- wanita itu menyediakan makanan, yaaah.. mostly orang2 menerjemahkan jadi "tukang masak" tp gue mengidentifikasikan dengan mempersiapkan yang terbaik untuk keluarganya, sesuatu yang baik itu bisa saja buatan si wanita, bisa juga buatan orang lain, yang penting sehat dan bernutrisi - ayat 14-15
- bekerja dengan tangannya (bukan mulutnya), yaaah.. you know lahh kami para wanita sering bekerja bukan dengan tangan :D anyway pas baca ayat ini gue masih tergelitik mengerjakan craft. ^^ - ayat 13
- punya properti dan berinvestasi...!! gilakkk... bahkan sejak jaman kitab Amsal (tahun brp noh?) wanita udah berbisnis. masa gue kalah. - ayat 16
- 1st thing ketika bangun tidur : mencari Tuhan, bukan pacar / suami. (that's called priority) - ayat 30b
- wanita yang punya plan B in life, menyediakan payung sebelum hujan dan punya strategical time scheduling.-ayat 21
- menyediakan kebutuhan hidup, bukan hanya makanan tapi juga pakaian, ruangan, sesuatu yang men-support hidup, termasuk menyediakan kesehatan. kesehatan itu dibentuk, bukan freely given by God, kita yang atur mau sehat atau sakit.- ayat 17, 27.
- berjiwa sosial : hatinya ada pada orang laen khususnya yang susah - ayat 20
Gue blom abis baca bukunya, tapi buat gue it's a blessing dan gue coba try to adopt the point one-by-one. One thing yang gue pikir perlu diperhatikan, semua hal ini (will) happen to me and gue sadar it (will) happen to many woman, cepat atau lambat. Pada akhirnya wanita akan mampu menciptakan lingkungannya (dan keluarganya), setiap wanita akan "terpisah" entah dari komunitasnya, ataupun dari kesehariannya.
I say this to all jomblo and pacaran and married woman and man. Ini supaya cowo2 juga aware yaaaah.. bukan cuman cewe2 yg harus prepare, tapi cowo juga harus prepare..!
Dulu sblm pacaran, gue pikir nga bagus kalo pacaran (and menikah) trus social-life nya berubah. Tapi prakteknya, it happens. walaupun gue sudah mengenalkan dunia gue ke pacar, tetep pada akhirnya, gue akan cenderung "nempel" sama pacar ketimbang temen2 sendiri, cenderung agak "ekslusif" dan giving all "stage" to pacar, cenderung improve diri untuk masa depan (ciee...cieee...). Tapi setelah dipikir2... Semua ada prioritasnya, which one is your inner-circle now..? give the priority for inner-circle (God, family, and soon to be family). siap pacaran artinya siap memberi prioritas.
And, do you know...... it's normal. Bahkan di Amsal 31 itu dituliskan : Suaminya dikenal dipintu gerbang (bukan istrinya), anak2nya menyebut dia berbahagia (bukan temen2 kongkow yg happy), suaminya memuji dia (bukan mertuanya atau entah siapalah) - ayat 23 & 28.
Yang ingin dijelaskan di Amsal 31 ini, kalo para wanita harus think about other (specially her husband and her children), for herself there are no priority : bahkan untuk berias / dandan dikatakan sia2 (ayat 30)
Jangan abis baca blog ini semua wanita menutup diri dari dunia sosial, dan cuman ngurusin rumah yaaaah.. hahaha... Wanita yang disebut2 di Amsal 31 ini buat gue wanita hebat : berumah tangga dan berkarir dan berjiwa sosial. gue sempet berpikir, apakah ini 1 orang yang sama, atau ada banyak orang?? hahahaha. mana bisa 1 orang mengerjakan itu semua sekaligus, realitanya di ktr gue ada yang kerja sambil ngurus anak, pasti ada aja yg dikorbankan, misal kalo pembantu pulang kampung, pasti ibu2 itu cuti kantor.
naaah.. coba yaaaah..... Gue membayangkan kalo gue jadi wanita di Amsal 31, itu seperti apa :
1. gue harus cakap (baca : pintar, bermartabat dan ramah) - ayat 11
2. Gue punya family (suami dan anak) - ayat 11, 28
3. Gue punya pelayan (yang menolong pekerjaan rumah tangga) - ayat 15
4. Gue berinvestasi, punya rumah/ tanah/ properti / saham / emas yang ber-nilai meningkat - ayat 16
5. Punya bisnis yang running 24 hour atau pendapatan pasif, skill yang menguntungkan (ayat 18)
6. berkata2 dengan hikmat dan penuh pengajaran - ayat 26
7. peduli dengan sesama terutama yang kesusahan dan kekurangan - ayat 20
8. Bisa menjahit pakaian, atau setidaknya siap sedia dengan kebutuhan sandang, pangan, papan dalam segala musim - ayat 21, 22, 24
9. Rendah hati, dan tidak dominan - ayat 23, 29, 31
10. Gue tidak malas - ayat 27
11. Tidak molek dan tidak cantik - ayat 30
12. Takut akan Tuhan - ayat 30
BAAAAAAHHH... gilaaak.. wanita macam apa itu.. serba bisa semuanya...! apa bisa gue begono? apa gue nga akan kecapean? hahaha.. kalo Tuhan masukin itu semua ke Alkitab, artinyaaa.. it's all possible. do you believe it? (baca : do you believe HIM?). Di Amsal 31 ini, secara spesifik Tuhan kasih tahu jadi wanita itu harus seperti apa. Naaah... kejelekan manusia (yg sedang gue lakukan sekarang) adalah mencari siapa yg udah seperti itu, mencari figure yang bisa dicontoh, kalo nga ada yg seperti itu, apa iyah gue bisa jadi yang pertama jd wanita Amsal 31? hahaha.. sayangnya gue kurang gaul dan kurang cerdas, sehingga nga nemu role model yg seperti wanita di Amsal 31, tapi gue percaya Tuhan kasih kesempatan yang sama untuk semua wanita, cuman gimana caranya kita nga malas memberdayakan capacity kita. Yup. problem utama gue adalah : malas. sampe sekarang masih sama. malassss..! hihihi.. nulis blog ini aja ber-hari2 dan bahkan ketiduran didepan lappy :D
Yaah... actually gue lagi mengalami pembentukan (aka. mold) Andaikan jiwa kita terbuat dari emas/perak (atau apapun bahan logam), gue ngebayangin mold nya sakit amat yah. dibakarrrr...!! sampe lumerrrrr. tp di Alkitab analogi yg dipake Tuhan, mold itu dari material tanah liat / lempung, gue sempet berpikir mungkin karena lebih lunak jd nga sakit. WRONG. knp? yak kalopun masih lunak, abis dibejek2, dibentuk, trus di-ukir2, abis itu khan masuk proses pembakaran juga. hahaha.. sama2 dibakaarrrr...! *maap agak anarkis* So nga ada bedanya, mau logam ataupun tanah liat, proses mold itu sakit. (kalo bahasa dunia : beauty is pain)
This how God's work, gue lagi sate plus mencoba mem-PA (buku diatas) Amsal 31. terutama ayat 10-31. melalui materi ini gue mulai membaca pembentukan Tuhan, dan keren nya dalam 21 ayat ini, semua aspek kehidupan wanita itu masuk kesana. gue coba ambil beberapa point yg membuat hidup gue di "mold' sama Tuhan :
- jadi wanita yang ready in the morning for his whole family dan membagi2kan pekerjaan (membuat job-desc) nga cuman utk keluarga tapi juga utk pembantu/karyawannya. - ayat 15
- wanita itu menyediakan makanan, yaaah.. mostly orang2 menerjemahkan jadi "tukang masak" tp gue mengidentifikasikan dengan mempersiapkan yang terbaik untuk keluarganya, sesuatu yang baik itu bisa saja buatan si wanita, bisa juga buatan orang lain, yang penting sehat dan bernutrisi - ayat 14-15
- bekerja dengan tangannya (bukan mulutnya), yaaah.. you know lahh kami para wanita sering bekerja bukan dengan tangan :D anyway pas baca ayat ini gue masih tergelitik mengerjakan craft. ^^ - ayat 13
- punya properti dan berinvestasi...!! gilakkk... bahkan sejak jaman kitab Amsal (tahun brp noh?) wanita udah berbisnis. masa gue kalah. - ayat 16
- 1st thing ketika bangun tidur : mencari Tuhan, bukan pacar / suami. (that's called priority) - ayat 30b
- wanita yang punya plan B in life, menyediakan payung sebelum hujan dan punya strategical time scheduling.-ayat 21
- menyediakan kebutuhan hidup, bukan hanya makanan tapi juga pakaian, ruangan, sesuatu yang men-support hidup, termasuk menyediakan kesehatan. kesehatan itu dibentuk, bukan freely given by God, kita yang atur mau sehat atau sakit.- ayat 17, 27.
- berjiwa sosial : hatinya ada pada orang laen khususnya yang susah - ayat 20
Gue blom abis baca bukunya, tapi buat gue it's a blessing dan gue coba try to adopt the point one-by-one. One thing yang gue pikir perlu diperhatikan, semua hal ini (will) happen to me and gue sadar it (will) happen to many woman, cepat atau lambat. Pada akhirnya wanita akan mampu menciptakan lingkungannya (dan keluarganya), setiap wanita akan "terpisah" entah dari komunitasnya, ataupun dari kesehariannya.
I say this to all jomblo and pacaran and married woman and man. Ini supaya cowo2 juga aware yaaaah.. bukan cuman cewe2 yg harus prepare, tapi cowo juga harus prepare..!
Dulu sblm pacaran, gue pikir nga bagus kalo pacaran (and menikah) trus social-life nya berubah. Tapi prakteknya, it happens. walaupun gue sudah mengenalkan dunia gue ke pacar, tetep pada akhirnya, gue akan cenderung "nempel" sama pacar ketimbang temen2 sendiri, cenderung agak "ekslusif" dan giving all "stage" to pacar, cenderung improve diri untuk masa depan (ciee...cieee...). Tapi setelah dipikir2... Semua ada prioritasnya, which one is your inner-circle now..? give the priority for inner-circle (God, family, and soon to be family). siap pacaran artinya siap memberi prioritas.
And, do you know...... it's normal. Bahkan di Amsal 31 itu dituliskan : Suaminya dikenal dipintu gerbang (bukan istrinya), anak2nya menyebut dia berbahagia (bukan temen2 kongkow yg happy), suaminya memuji dia (bukan mertuanya atau entah siapalah) - ayat 23 & 28.
Yang ingin dijelaskan di Amsal 31 ini, kalo para wanita harus think about other (specially her husband and her children), for herself there are no priority : bahkan untuk berias / dandan dikatakan sia2 (ayat 30)
Jangan abis baca blog ini semua wanita menutup diri dari dunia sosial, dan cuman ngurusin rumah yaaaah.. hahaha... Wanita yang disebut2 di Amsal 31 ini buat gue wanita hebat : berumah tangga dan berkarir dan berjiwa sosial. gue sempet berpikir, apakah ini 1 orang yang sama, atau ada banyak orang?? hahahaha. mana bisa 1 orang mengerjakan itu semua sekaligus, realitanya di ktr gue ada yang kerja sambil ngurus anak, pasti ada aja yg dikorbankan, misal kalo pembantu pulang kampung, pasti ibu2 itu cuti kantor.
naaah.. coba yaaaah..... Gue membayangkan kalo gue jadi wanita di Amsal 31, itu seperti apa :
1. gue harus cakap (baca : pintar, bermartabat dan ramah) - ayat 11
2. Gue punya family (suami dan anak) - ayat 11, 28
3. Gue punya pelayan (yang menolong pekerjaan rumah tangga) - ayat 15
4. Gue berinvestasi, punya rumah/ tanah/ properti / saham / emas yang ber-nilai meningkat - ayat 16
5. Punya bisnis yang running 24 hour atau pendapatan pasif, skill yang menguntungkan (ayat 18)
6. berkata2 dengan hikmat dan penuh pengajaran - ayat 26
7. peduli dengan sesama terutama yang kesusahan dan kekurangan - ayat 20
8. Bisa menjahit pakaian, atau setidaknya siap sedia dengan kebutuhan sandang, pangan, papan dalam segala musim - ayat 21, 22, 24
9. Rendah hati, dan tidak dominan - ayat 23, 29, 31
10. Gue tidak malas - ayat 27
11. Tidak molek dan tidak cantik - ayat 30
12. Takut akan Tuhan - ayat 30
BAAAAAAHHH... gilaaak.. wanita macam apa itu.. serba bisa semuanya...! apa bisa gue begono? apa gue nga akan kecapean? hahaha.. kalo Tuhan masukin itu semua ke Alkitab, artinyaaa.. it's all possible. do you believe it? (baca : do you believe HIM?). Di Amsal 31 ini, secara spesifik Tuhan kasih tahu jadi wanita itu harus seperti apa. Naaah... kejelekan manusia (yg sedang gue lakukan sekarang) adalah mencari siapa yg udah seperti itu, mencari figure yang bisa dicontoh, kalo nga ada yg seperti itu, apa iyah gue bisa jadi yang pertama jd wanita Amsal 31? hahaha.. sayangnya gue kurang gaul dan kurang cerdas, sehingga nga nemu role model yg seperti wanita di Amsal 31, tapi gue percaya Tuhan kasih kesempatan yang sama untuk semua wanita, cuman gimana caranya kita nga malas memberdayakan capacity kita. Yup. problem utama gue adalah : malas. sampe sekarang masih sama. malassss..! hihihi.. nulis blog ini aja ber-hari2 dan bahkan ketiduran didepan lappy :D
Stay away from comfort zone, stay away from what world offer,
keep our mind to Jesus and other.
Monday, 30 September 2013
DO (baca: 'du')
Siapa yang disini kalo denger khotbah suka ngantuk? *ngacung*
Siapa yg pas khotbah kadang2 suka liatin hp trus chat2 sana-sini *ragu2 ngacung*
Siapa yang kalo pulang dari gereja, baru keluar ruang kebaktian, udah lupa apa yang tadi diomongin pembicara? *ngacung*
Siapa yang kalo pas khotbah suka ngobrol sama tetangga / pikirannya melayang2 kesana-sini? *ragu2 ngacung*
seriously itu gue..! mostly nga fokus kalo denger khotbah, tapi bulan ini (Sept), entah kenapa gue full power and focus loh dengerin khotbah di gereja. enga cuman digereja sendiri tapi juga di gereja orang laen, gue mau tulis rangkuman semua khotbah dan renungan yang gue denger sepanjang bulan Sept.
Minggu pertama, gue diremind mengenai memberitakan Injil Kerajaan Allah, mengenai bagaimana kita umat pilihan Allah punya tanggung jawab untuk mengerjakan itu. Khotbahnya kurang terngiang2, tapi gue inget point message nya. :). Nah after itu gue ada fellowship Cross (semacam komsel) dan disana gue mendengar sharing 2 orang dari Yayasan Pendar Pagi. Sebuah yayasan kecil yang memberi impact untuk wilayah Kali Anyar (pinggir kali Roxy-Season city) bagaimana mereka berjuang memberi kontribusi (pendidikan, kesehatan, skill untuk ibu2) untuk kesejahteraan masyarakat disana. hal yang membuat gue terpesona adalah ketika Janice cerita dia ikutan puasa saat bulan puasa, dan dia menyatakan itu puasa yang dia jalani sebagai umat Nasrani. That's nice..!
Siapa yg pas khotbah kadang2 suka liatin hp trus chat2 sana-sini *ragu2 ngacung*
Siapa yang kalo pulang dari gereja, baru keluar ruang kebaktian, udah lupa apa yang tadi diomongin pembicara? *ngacung*
Siapa yang kalo pas khotbah suka ngobrol sama tetangga / pikirannya melayang2 kesana-sini? *ragu2 ngacung*
seriously itu gue..! mostly nga fokus kalo denger khotbah, tapi bulan ini (Sept), entah kenapa gue full power and focus loh dengerin khotbah di gereja. enga cuman digereja sendiri tapi juga di gereja orang laen, gue mau tulis rangkuman semua khotbah dan renungan yang gue denger sepanjang bulan Sept.
Minggu pertama, gue diremind mengenai memberitakan Injil Kerajaan Allah, mengenai bagaimana kita umat pilihan Allah punya tanggung jawab untuk mengerjakan itu. Khotbahnya kurang terngiang2, tapi gue inget point message nya. :). Nah after itu gue ada fellowship Cross (semacam komsel) dan disana gue mendengar sharing 2 orang dari Yayasan Pendar Pagi. Sebuah yayasan kecil yang memberi impact untuk wilayah Kali Anyar (pinggir kali Roxy-Season city) bagaimana mereka berjuang memberi kontribusi (pendidikan, kesehatan, skill untuk ibu2) untuk kesejahteraan masyarakat disana. hal yang membuat gue terpesona adalah ketika Janice cerita dia ikutan puasa saat bulan puasa, dan dia menyatakan itu puasa yang dia jalani sebagai umat Nasrani. That's nice..!
Minggu kedua, gue denger dari bapak Haryanto Rickseir (dia dosen bahasa inggris loh), gue seneng ketika dia memberi simple action yg bisa dilakukan untuk kaum marjinal, contoh dari si bapak : kalau kita memberi uang kepada orang2 dijalanan (pengemis/pengamen) berikan dengan pesan : untuk makan siang. so ada pesan baik yang tersampaikan, kalau niat kita memberi adalah untuk kebutuhan hidup dia. dan ketika pesan sederhana itu didengar, mereka tentu akan punya gambaran, ini uang diberikan untuk makan, bukan untuk rokok (walaupun kita nga tahu bagaimana mereka akan berespon) tapi lebih baik jika ada pesan yang disampaikan.
Dia bawain Matius 25 : 31-46 tapi bahas 1 pasal (25) karena related satu sama lain : akan ada hari yang tiba, hari akhir, hari penghakiman, dan tidak diketahui kapan/dadakan. dalam Mat 25 ada 3 perumpamaan yang menjelaskan hal serupa (Tuan yang tiba2 datang, mempelai yang datang, dan Raja yang datang). Tidak ada yg bisa berdalih/kabur. akan ada pemisahan selamanya. Apa yang kita perbuat dan kita tidak perbuat akan dihakimi. Kita tidak diselamatkan karena perbuatan baik, keselamatan itu anugerah. (efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.) Iman tanpa peruatan adalah MATI (Yakobus 2:14-17)
Tuhan menyatakan melayani kaum marjinal artinya melayani Dia.
Ada quotes menarik : You haven't live today, until you do something for someone who cannot repay you - John Bunyan.
And 1 thing yang nice. dan gua lupa ayatnya...(padahal itu ayat nice banget) hahaha.. intinya kata "do" dalam sebuah ayat. kita dituntut untuk "do" tenses-nya simple tense. bukan doing, yang hanya waktu sekarang besok enga, apalagi future tense "will do". Melayani Tuhan itu "DO" saat ini dan seterusnya. gue suddenly keinget jawaban kalo orang dipropose/bikin janji nikah "I do" artinya bukan saat itu saja, tapi berlaku untuk selamanya. *nga nyambung sama topicnya*
Melayani itu membuat mereka semakin mengenal Kristus, bukan hanya sekedar lewat.
Minggu ke-3 gue agak nga konsen. dan juga pembawaannya kurang nempel di otak gue, tapi yang gue inget
ayatnya sama kaya yg dibawain Oleh Pak Heriyanto minggu lalu di KP. hahaha. persis mengenai bagaimana kita melihat Yesus didalam kaum yang membutuhkan..
Dia bawain Matius 25 : 31-46 tapi bahas 1 pasal (25) karena related satu sama lain : akan ada hari yang tiba, hari akhir, hari penghakiman, dan tidak diketahui kapan/dadakan. dalam Mat 25 ada 3 perumpamaan yang menjelaskan hal serupa (Tuan yang tiba2 datang, mempelai yang datang, dan Raja yang datang). Tidak ada yg bisa berdalih/kabur. akan ada pemisahan selamanya. Apa yang kita perbuat dan kita tidak perbuat akan dihakimi. Kita tidak diselamatkan karena perbuatan baik, keselamatan itu anugerah. (efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.) Iman tanpa peruatan adalah MATI (Yakobus 2:14-17)
Tuhan menyatakan melayani kaum marjinal artinya melayani Dia.
Ada quotes menarik : You haven't live today, until you do something for someone who cannot repay you - John Bunyan.
And 1 thing yang nice. dan gua lupa ayatnya...(padahal itu ayat nice banget) hahaha.. intinya kata "do" dalam sebuah ayat. kita dituntut untuk "do" tenses-nya simple tense. bukan doing, yang hanya waktu sekarang besok enga, apalagi future tense "will do". Melayani Tuhan itu "DO" saat ini dan seterusnya. gue suddenly keinget jawaban kalo orang dipropose/bikin janji nikah "I do" artinya bukan saat itu saja, tapi berlaku untuk selamanya. *nga nyambung sama topicnya*
Melayani itu membuat mereka semakin mengenal Kristus, bukan hanya sekedar lewat.
Minggu ke-3 gue agak nga konsen. dan juga pembawaannya kurang nempel di otak gue, tapi yang gue inget
ayatnya sama kaya yg dibawain Oleh Pak Heriyanto minggu lalu di KP. hahaha. persis mengenai bagaimana kita melihat Yesus didalam kaum yang membutuhkan..
Minggu ke-empat, minggu penuh makna, karena seorang dari negeri asing memberi gue banyak insight, 3times dinner bersama.. hahaha.. (yang kedua beramai2 tepatnya) He's name :. Ps.Kelvin Yong . Dimulai dari seminar 5 jam. "To Know Him and to Make Him Known."
bagaimana kita membawa Isi hati Tuhan untuk membawa berkat Tuhan kepada bangsa2 (Matius 28). Sejak semula Tuhan memanggil Abraham untuk ketempat lain, the purpose was God would bless the people : Kej 18:18-19, Kej 22 :18, galatia 3:6-14 : People group, jelas panggilannya untuk bangsa. Doing mission is about obeying Christ Great Commision. Semua orang percaya dan gereja harus pergi dan menjadi saksinya, pergi dan mencetak murid...!
Ps. Kelvin bilang, memberitakan Injil itu sifatnya urgent. urgent nya seperti apa? nah ini yg lucu. dia kasih ibarat kaya orang kebelet pipis, loe harus pergi ke toilet, sekarang juga, nga bisa ditunda. harus sekarang. Nah seperti itu seharusnya keinginan kita memberitakan Gospel. dan tahukah kamuuu.. gue sekarang sedang merasakan hal tersebut... rasanya pengen banget pergi melakukan sesuatu (kaya kebelet pipis). cumaan bedanya.. gue bingung dimana (toiletnya)? hahaha. It's urgent, much to done, banyak aspek.
sesuatu yg menarik, sejak Abad 33M, umat Kristiani mengabaikan Amanat Agung. hanya 25% yang aktif berusaha taat. yah apakah gue bagian dari 25% itu? padahal ini adalah masa Kairos (masa Kasih Karunia) masa dimana kita paling bebas dan terbuka dan masa tanggap terhadap Injil.
Panggilan Khusus setiap orang Kristen : menjadi hamba Tuhan, mungkin tidak semua terpanggil. tapi
Panggilan umum setiap orang Kristen : memberitakan Injil, tidak ada yg tidak terpanggil.
When we do a mission, not because they are object (or project), but as a part of our lifestyle, it's a breath, we don't project the breath, it is a holistic mission.
tips dari Ps. Kelvin : 4W :
W : Welcome, do a great welcome, so when they come they feel acceptance.
W : Worship,
W : Word (God Word, reviewing last sermon, discuss with 3 qs : apa yg kamu dengar, apa yg kamu dapatkan, point apa yg bisa dikerjakan.)
W : Works (do something, 1. edification dan 2 evangelism - inward and outward)
Bermisi itu bayar harga, fokusnya bukan kedalam, jika hanya fokus 1 sisi, maka pasti nga akan berkembang,
Dia ada share tentang pelayanan dia di Malaysia yang memang dimulai dari Cell group, dan itu kuat sekali basicnya sehingga akhirnya aplikasi pekerjaan misi jalan nya. dan semuanya holistik. bukan hanya sekedar PI, tapi memang kebutuhan dan aspek kehidupan itu semua terlayani.
Ps.Kelvin besoknya masih Khotbah 3x di kebaktian umum, dan point yang gue tangkep mengenai : look upward (God) , look inward (kedalam lingkungan terdekat kita/gereja) dan look outward (diluar gereja).
Malamnya kita masih dinner bareng... dan berhubung agak ramai. gue cuman dapet kesempatan di akhir untuk ngobrol (walaupun di-cut karena waktu) tapi bersyukur gue dapet ilmu metode baru untuk penginjilan. :D
Minggu ke-5 yakni minggu ini. Hari sabtu gue diajak Ys ke GKII, (kami suka gereja jalan2... hehehe.. bukan seh, ini kebetulan dapat invitation dari seorang koko) dan topicnya sebenernya tentang rencana Allah, tapi ada 1 point penting yg kena ke gue : To know Jesus cost nothing (keselamatan itu free, cuman perlu buka hati), to follow Jesus cost something (loe harus meninggalkan hidup loe yang lama, yg berdosa), to serve Jesus cost everything (kalau melayani Tuhan kita bisa saja kehilangan segalanya, termasuk mungkin nyawa kita sendiri). Once again ditegaskan ada harga yang harus dibayar ketika kita berjalan bersama Tuhan dan melayaniNya, dan itu selalu worth to do.
Hari Minggu, Kak Ria Pasaribu khotbah, dan me-review sekaligus memberi good motive for me. Dia mengingatkan lagi ini masa Kairos, kerajaan Allah sudah tiba (Yesus sudah datang pertama kali) dan kerajaan Allah secara gradually berkembang, dan secara universal (klimaksnya) akan hadir di akhir jaman (kedatangan kedua kali). Efesus 1:9-10 mendatangkan kerajaan Allah itu inisiatif Allah, mendatangkan Shalom kepada dunia (Shalom : damai kepada Allah, sesama dan dunia)
Yeremia 29 : 7 Justru ketika kita memikirkan kesejahteraan orang lain, kita otomatis akan sejahtera ("....kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu")
Abis ibadah, gue lanjut lagi seh sama Ko Evans, di pelayanan PAK, dan masih ada koneksi sedikit mengenai bagaimana menjadi orang yang Resilient, resilient itu artinya memiliki daya tahan dengan cara mampu beradaptasi dengan kondisi, biasa digunakan untuk seseorang yang masuk kedalam kondisi baru. atau ada kondisi baru yang hadir. kalo liat di google, resilient itu tabah, elastis, ulet. yang sesuatu yg related sama kemampuan adaptasi. Jadi orang yang resilient itu selalu berfokus bukan pada masalah, tapi pada solusi, selalu berpikir maju, bukan pasrah. Nice word to learn :D
Point yg gue tangkep secara berkesinambungan adalah "Do something to other, do mission, even it cost everything." gue masih berdoa untuk mencari "toilet" nya. :) So far yang gue lihat "toilet" nya itu rekan2 terdekat gue, have to admit that I have a lot of close friend yang blom kenal Tuhan, dan gue masih santai saja nga "pipisin" mereka. hahaha... kenapa jadi jorok begini yah. hahaha.. maksudnya yah itu, I want to share Gospel to all around me. :)
Anyway, gue berharap tiap minggu topic nya beginian semua... karena.. gue kaga bakalan ngantuk...!
setelah dipikir2, setiap topic yg related sama misi, gue nga pernah ngantuk (baik itu di Perkantas/RBC/fellowship PI) yang ada kecenderungan utk nyatet dan dengerin baek2. hihihi.
hahaha. Visi gue makin dipertajam seh, dan gue berharap semua orang (jemaat gereja gue) semakin terpacu untuk melakukan sesuatu untuk bangsa ini, supaya ketika waktunya bener2 tiba, kita bisa mempertanggung jawabkan hidup kita dihadapan Allah.
Thanks to read. mudah2an nga boring dan terberkati yak. ;p
Thursday, 29 August 2013
about Ys
1 bulan sudah umur pacaran kami daaaan... i want to share things i notice about him. (ps : pacar... gue tahu elo baca.. mudah2an nga malu yah gue post kemari.. hihihi.....;p ) gue singkat nama dia jadi "Ys" yaaah..
1. tinggiiii... ngakunya seh 185cm. tp g merasa dia lbh dari segono. karena ke-tinggi-an dia gue jadi memikirkan byk hal. cth : pas gue terbang bulan lalu. dipesawat gue memperhatikan bule2 yg tersiksa kakinya karena space kakinya sempit.. (kaki gue aja mentok..) so i note myself, if i had flight with or Ys taking flight, make sure he got the first row. ato paling enga pas di perbatasan pembagian baris. kalo enga... dipastikan dia tersiksa... hahaha. selain dipesawat, kalo lagi duduk ramai2 di tempat umum, spt gereja or tempat seminar. gue akan milih tempat agak pinggir. (depan ato belakang nga mslh) karenaaaa.. kalo duduk ditengah kasian yg dibelakang... duduk dipinggir akan lebih meminimalisir org2 yg kehalangan.
2. not fashioned. awalnya dia yg bilang klo dia nga pinter milih pakaian, bahkan baju2 dia kebanyakan pemberian orang. stlh gue pikir2... dipastikan susah cari baju, celana, dan sepatu buat dia.... Rata2 pakaian yang udah jadi itu ukuran standar proposional, panjang dan lebar sesuai. naaah kalo mau cari yg panjang tangan/kakinya bisa match ke badan dia, pasti ukurannya akan besar, pdhl badan dia kaga besaaar.. jadilah kegombrongan.. that's why kalo dilihat...baju dia kegedean semua... baju dia semua ngejar panjang kaki dan panjang tangan. sampe kepikiran gue pengen bisa menjahit.. hahaha.. sounds extreme yah.. *forget about it* g mikir seh kalo cari baju pasti ke toko yg jual baju foreigner, not asian size. hopefully dapet yg tangan dan kaki nya panjang dgn porsi badan yg kaga lebar. *realitanya toko spt itu dimana yaaaaaaah...??? yg kaga branded tentunya....* musti mulai hunting seh. hehehe..
3. He thinks a lot, karena he reads a lot. (kalo Ys mikir, dia beneran mikir, kalo gue mikir itu pasti karena loading nya lemot.. haha..) si Ys lebih byk mikir daripada gueeee... dan gue seneng... he consider everything, he aware of many things also. ditambah lagiiii... perbendaharaan kata dia luas... dia bisa mendescribe byk hal. sedangkan guee... mikirrr dulu (baca: loading). hahaha.. gue akui, he learn fast and he really loves read. *gue nga pernah menduga bakal dapet kutu buku* it's a good point. gue kepincut untuk rajin baca buku, and nambah investasi pengetahuan dan skill. Anyway i find bad point for me... gue berasa nga equal to him, (I know he accept me as I am.) somehow, gue juga pengen punya pemikiran yang dalam, nga dangkal2 kaya sekarang. yeaah.. I try my best to catch him.
4. Ys nga pernah memikirkan diri sendiri. (in a good and not good way). iyah... setiap tukeran pokok doa, dia nga pernah minta doa utk dirinya sendiri. selalu mengenai orang laen (entah keluarga, entah ttg relasi kita) no egocentric mind. bahkan ketika gue kasi boneka Ernie buat dia, dia kasih ke ponakannya. hahaha. orang2 mungkin akan simpen untuk dirinya sendiri (apalagi itu dari pacar) tapi dia kasih orang laen... he really cares of other (keluarga dia, dan bahkan care sama emak gue). really love his way of loving peoples around. Nah... walaupun begitu, tetep ada negatifnya... gue merasa dia agak reckless.. dia memang tidak memikirkan diri sendiri, juga termasuk health. actually boleh seh gue disuru ngaca.. hampir mirip sama gue; kalo sakit sedikit nga mau manja. biarin aja... sampe bener2 sakit baru ke dokter. tapi gue bersyukur dia mau share kalo dia nga sehat. Sebulan ini. dia hampir sakit 2x. dan dia ngaku kalo badan dia masuk kategori gampang sakit. Yah wajar seh melihat aktivitas dia, yg menguras energi otak dan pikiran. wajar kalo dia cepet cape dan mudah keserang penyakit. mudah2an gue bisa taking care of him, walaupun cmn via chat, and short appointment.
5. Dia anak mandiri. Gue pernah share sama temen ktr yg sekolah psikolog, gue share mengenai habit gue, dan dia juga menegaskan mengenai peran orangtua yang mempengaruhi habit manusia. kalo menurut dia : ortu yang bekerja (terutama mama) biasanya anak akan sangat mandiri, karena "pekerjaan ibu", otomatis akan dibagi ke anak2. setiap anak2 pulang sekolah mereka tidak dimanja dengan makanan yg sudah tersedia, rumah yg bersih dan air kamar mandi yg penuh. anak2 akan dituntut mengerjakan pekerjaan rumah, dan semua harus beres sebelum mama pulang. Keliatannya "kejam" yah, seharusnya anak2 butuh mama yang stand by, yang menyediakan kebutuhan mereka. Tapi kalo dibandingkan sama anak yg mamanya full time ibu rumah tangga, hasilnya pasti manja (berapapun anaknya) bukan hanya anak terkecil, atau terbesar, tp semua. karena setiap pulang, semua sudah tersedia, nga beresin barang2, walaupun mama marah tapi mama pasti akan beresin. karena itulah "pekerjaan" mama. 1 contoh kecil yang nyata. kalo gue pulang (sekolah ataupun kantor) gue akan panggil : "maaaa.... mama..." dan mulai dengan melirik meja makan (ini salah satu sikap anak manja, akan selalu cari mama nya) kalo anak yg ditinggal bekerja, dia nga akan bisa panggil mama, karena mama nya nga ada dirumah. mereka akan otomatis mengerjakan pekerjaan rumah. Dua-duanya kaga salah. kalo dipikir2, yang satu akan berlimpah kasih sayang, tpi hasil negatifnya manja, yang satu lagi mungkin akan lebih kurang kasih sayang, tapi secara mental lebih mandiri.
Nah dari background seperti ini, dan gue denger share hidup Ys, gue bisa kategorikan gue anak manja, dan Ys anak mandiri. hahaha.... kita udah predict nanti bakal ribut masalah apa. ehehehe.. :D but I try, I'll do my best to be a woman of worth. Nga tahu seh nantinya gue akan jadi wanita berkeluarga dan bekerja, atau fulltimer ibu rumah tangga. Tapi gue sekarang harus berbenah diri, and gue yakin Ys bakal bantuin gue :D *anyway i'm admiring tipe2 cowo bule yg suka turun tangan ngerjain pekerjaan rumah looh... kalo dipikir2, Ys kayanya bakal melakukan hal itu (betul nga pacar??)
6. udaaaah.... cuman 5 aja.. sebenernya ada 1 lagi.. I notice him loving God with all of his life. I can feel it, but i can't describe it..
last not leastt.. doakan kami yg seumur jagung ini.. kata orang 3-6 bulan pertama masih maniiisss.... yah gue merasa nga manis2 amat seh.. karena gue harus belajar byk hal. terutama karakter dan habit gue yang cumah bisa diubahkan oleh Roh Kudus.
proyek pribadi : kupas habis Amsal 31...! kmrn nemu bukunya di perpus. pengen minjem dan nga mau balikin. hahahha.. *oops*
"Thanks Lord, let us not count our togetherness days, but let us count how many times we give You time to stay with us together."
Saturday, 24 August 2013
Tuhan Terlalu Baik
Tuhan terlalu baik untuk gue.
Bukan sulap, bukan sihir, after posting about Pacaran Kudus, I got partner of life dan langsung pengen gue praktekin itu notes2 dari Ibu Grace Suryani, dan juga notes2 dari bbrp kawan. Pergumulan gue tentang pasangan mungkin terdengar singkat untuk beberapa orang, tapi buat gue terasa panjang dan berat, (why? Karena gue udah struggle sejak dulu, hanya saja dulu doa gue itu tanpa nama cowonya, stlh di "tembak", baru makin spesifik jelas, dan sederhana dicerna kalau itu memang dia).
Kerennya.. pas ditembak, fokus gue saat itu bukan pasangan.. tapi pelayanan gue dan juga pekerjaan gue yg lagi hectic. Tuhan itu kalo kasi beban nga pernah satu, tp segambreng sekaligus, dan ajaibnya gue bisa melewatinya. Satu hal yg berat dan akan gue share yakni ttg pergumulan gue ketika decide utk mau jadi partner dia yakni tentang visi hidup. Jadi pas nembak dia bener2 seperti apa yg gue harapkan, nga ada gombal, nga ada rayuan, tp serius share visi hidup dia and ask me to be his part of life. He do it in his way, and that's what I dream since long2 time. I'm so happy at that time, and gue minta waktu to pray and struggle with (kurang lebih 1bulan, yg pd akhirnya cmn 2 mgg udah jawab) hahaha.
Seperti yg udah gue plan dari dulu, gue akan share ke Otoritas diatas gue (ortu and temen2 dalam Kristus yakni temen2 KTB) jawab mereka all positive. Nga ada satupun keberatan, ampe mikir koq jalan gue mulus amat, nyokap yg gue kwatirkan sejak dulu ternyata dengan gampang nya menyetujui. Amaze banget loh.. Tapi gue masih nga damai, kayanya ada sesuatu. Gue mikir, apa masalah umur? He's younger 4 years than me. I pray and find out it's not about aged different. juga bukan karena gue UP (usia panik), karena dulu gue pernah struggle ttg UP ini. Seminggu kemudian kita ada ketemuan and gue sadar apa yg blom klop. Ini masalah gue sama Tuhan, bukan dgn dia.
Tuhan sedang me"lebur"kan visi hidup gue. Untuk apa? Jelas untuk dibentuk baru, sesuatu yang sesuai plan Dia, bukan plan gue. Selama ini gue punya impian yg gue bentuk sendiri, gue yakin semua orang punya impiannya sendiri, memikirkan strength, weakness and decide mau jadi apa, mau melakukan apa kedepannya. dan mencoba mengkait-kaitkannya sdr dgn maunya Tuhan, yg pada akhirnya mengambil kesimpulan : ini impian dari Tuhan.
Sejak gue mendengar dan mencoba meresapi Visi hidup calon partner gue, awalnya gue sangat bisa accept. Sampai akhirnya dia tekankan lagi dengan jelas apa aja konsekuensi nya daaan gue mulai "dilebur".. I struggle again, and I realize about my vision about piano is my "creation", it's born karena gue nga ngerjain panggilan Allah yg Dia kasi sejak dulu. Visi gue ttg piano itu lahir sekitar 3 thn lalu sebagai ungkapan syukur gue atas talenta yg Tuhan kasi, tapi gue nga pernah doain itu..! Visi yang belum jelas, tapi gue declare sebagai visi Tuhan.Gue sadar visi hidup nga bisa hadir begitu aja tanpa pergumulan apalagi tanpa doa. Visi piano gue bisa memuliakan Tuhan, tapi kabur dari panggilan Allah itu lebih nga mungkin.
Gue sadar selama ini Tuhan leading gue ke jalan Dia, hanya gue masih "pecicilan" kemana2. Padahal dari dulu gue interest dengan EE, interest PI ke keluarga terdekat, interest dgn membicarakan Kristus dgn orang2 yg beda agama, interest semua hal2 PI, pelayanan di Perkantas, gue seneng mengerjakan pelayanan disana, dan akhirnya lebih seneng kebaktian di GRII, bahkan pelayanan di KPI (Komisi Pekabaran Injil). Perjalanan hidup gue meraba2 pelayanan gue mau kemana, dan skrg gue yakin sekali gue mau fokus di KPI, (walaupun masih blom tahu mau dibidang apa) tapi gue yakin posisi gue di KPI, dan datanglah "panggilan Allah" lewat si partner gue ini. Gue seolah2 mendengar Tuhan panggil, "erni mau nga serius ngerjain PI?" hari itu gue nangis..! Tuhan ngebentuk gue. So, I decide to say Yes to God. and then I said Yes to my partner.. Anyway, 2 mgg gue struggling and 2 x gue nangis. yang pertama nangis karena Tuhan terlalu baik kasih calon partner yang seperti ini, yang kedua nangis karena Tuhan me "lebur" hidup gue.
Piano ngajarin gue byk hal : disiplin, fokus, komitmen, berkorban waktu, sabar mengulang2, terbuka untuk pengajaran. Kalo gue tarik garis nilai2 belajar piano ke nilai2 pacaran, artinya gue belajar humble dan mau dikoreksi. Belajar tunduk pada pasangan sedari dini, krn dia yg akan jadi imam keluarga. *something yg selalu tahu sejak dulu (secara teori) dan skrg mau dipraktekkan.*
Anyway, We do our dating with several notes to glorify God, termasuk menjaga batasan2 : fisik, emosi dan waktu. kalo di edisi Pacaran Kudus, gue lebih tolarance utk batasan fisik, kali ini gue praktekin yang lebih no kompromi. No Physical touch at all. hihihi. kecuali... kalo naek motor... (motor dia tinggi, gue nga mgkn nga pegang at least punggung ato pundak dia, tp itu cuman sebentar seh) dan kecuali lagi pas ibadah terus ada lagu "bergandengan tangan" dan WL nya suru jemaat bergandengan tangan. hahahaha... *lupakan bagian itu*Gue excited menjalani hal ini, pacaran gue yang pertama (dan yg terakhir kalo bisa), dan gue mau Tuhan bentuk gue, karakter, habit, dan juga bagaimana kita saling mengasihi, bukan minta dikasihi. Saling mengakui dan menganalisa kekurangan, dan mengubahnya jadi kekuatan. It's not all about me anymore. It's about us, (me, him and God). Apa yang gue alami ini, mungkin nga pernah gue bayangkan, and that's how God always works in my life. You just have to had a real relationship with Him, and He will answer your prayer in His way.
I Praise You God Almighty, God of Love.
Bukan sulap, bukan sihir, after posting about Pacaran Kudus, I got partner of life dan langsung pengen gue praktekin itu notes2 dari Ibu Grace Suryani, dan juga notes2 dari bbrp kawan. Pergumulan gue tentang pasangan mungkin terdengar singkat untuk beberapa orang, tapi buat gue terasa panjang dan berat, (why? Karena gue udah struggle sejak dulu, hanya saja dulu doa gue itu tanpa nama cowonya, stlh di "tembak", baru makin spesifik jelas, dan sederhana dicerna kalau itu memang dia).
Kerennya.. pas ditembak, fokus gue saat itu bukan pasangan.. tapi pelayanan gue dan juga pekerjaan gue yg lagi hectic. Tuhan itu kalo kasi beban nga pernah satu, tp segambreng sekaligus, dan ajaibnya gue bisa melewatinya. Satu hal yg berat dan akan gue share yakni ttg pergumulan gue ketika decide utk mau jadi partner dia yakni tentang visi hidup. Jadi pas nembak dia bener2 seperti apa yg gue harapkan, nga ada gombal, nga ada rayuan, tp serius share visi hidup dia and ask me to be his part of life. He do it in his way, and that's what I dream since long2 time. I'm so happy at that time, and gue minta waktu to pray and struggle with (kurang lebih 1bulan, yg pd akhirnya cmn 2 mgg udah jawab) hahaha.
Seperti yg udah gue plan dari dulu, gue akan share ke Otoritas diatas gue (ortu and temen2 dalam Kristus yakni temen2 KTB) jawab mereka all positive. Nga ada satupun keberatan, ampe mikir koq jalan gue mulus amat, nyokap yg gue kwatirkan sejak dulu ternyata dengan gampang nya menyetujui. Amaze banget loh.. Tapi gue masih nga damai, kayanya ada sesuatu. Gue mikir, apa masalah umur? He's younger 4 years than me. I pray and find out it's not about aged different. juga bukan karena gue UP (usia panik), karena dulu gue pernah struggle ttg UP ini. Seminggu kemudian kita ada ketemuan and gue sadar apa yg blom klop. Ini masalah gue sama Tuhan, bukan dgn dia.
Tuhan sedang me"lebur"kan visi hidup gue. Untuk apa? Jelas untuk dibentuk baru, sesuatu yang sesuai plan Dia, bukan plan gue. Selama ini gue punya impian yg gue bentuk sendiri, gue yakin semua orang punya impiannya sendiri, memikirkan strength, weakness and decide mau jadi apa, mau melakukan apa kedepannya. dan mencoba mengkait-kaitkannya sdr dgn maunya Tuhan, yg pada akhirnya mengambil kesimpulan : ini impian dari Tuhan.
Sejak gue mendengar dan mencoba meresapi Visi hidup calon partner gue, awalnya gue sangat bisa accept. Sampai akhirnya dia tekankan lagi dengan jelas apa aja konsekuensi nya daaan gue mulai "dilebur".. I struggle again, and I realize about my vision about piano is my "creation", it's born karena gue nga ngerjain panggilan Allah yg Dia kasi sejak dulu. Visi gue ttg piano itu lahir sekitar 3 thn lalu sebagai ungkapan syukur gue atas talenta yg Tuhan kasi, tapi gue nga pernah doain itu..! Visi yang belum jelas, tapi gue declare sebagai visi Tuhan.Gue sadar visi hidup nga bisa hadir begitu aja tanpa pergumulan apalagi tanpa doa. Visi piano gue bisa memuliakan Tuhan, tapi kabur dari panggilan Allah itu lebih nga mungkin.
Gue sadar selama ini Tuhan leading gue ke jalan Dia, hanya gue masih "pecicilan" kemana2. Padahal dari dulu gue interest dengan EE, interest PI ke keluarga terdekat, interest dgn membicarakan Kristus dgn orang2 yg beda agama, interest semua hal2 PI, pelayanan di Perkantas, gue seneng mengerjakan pelayanan disana, dan akhirnya lebih seneng kebaktian di GRII, bahkan pelayanan di KPI (Komisi Pekabaran Injil). Perjalanan hidup gue meraba2 pelayanan gue mau kemana, dan skrg gue yakin sekali gue mau fokus di KPI, (walaupun masih blom tahu mau dibidang apa) tapi gue yakin posisi gue di KPI, dan datanglah "panggilan Allah" lewat si partner gue ini. Gue seolah2 mendengar Tuhan panggil, "erni mau nga serius ngerjain PI?" hari itu gue nangis..! Tuhan ngebentuk gue. So, I decide to say Yes to God. and then I said Yes to my partner.. Anyway, 2 mgg gue struggling and 2 x gue nangis. yang pertama nangis karena Tuhan terlalu baik kasih calon partner yang seperti ini, yang kedua nangis karena Tuhan me "lebur" hidup gue.
Piano ngajarin gue byk hal : disiplin, fokus, komitmen, berkorban waktu, sabar mengulang2, terbuka untuk pengajaran. Kalo gue tarik garis nilai2 belajar piano ke nilai2 pacaran, artinya gue belajar humble dan mau dikoreksi. Belajar tunduk pada pasangan sedari dini, krn dia yg akan jadi imam keluarga. *something yg selalu tahu sejak dulu (secara teori) dan skrg mau dipraktekkan.*
Anyway, We do our dating with several notes to glorify God, termasuk menjaga batasan2 : fisik, emosi dan waktu. kalo di edisi Pacaran Kudus, gue lebih tolarance utk batasan fisik, kali ini gue praktekin yang lebih no kompromi. No Physical touch at all. hihihi. kecuali... kalo naek motor... (motor dia tinggi, gue nga mgkn nga pegang at least punggung ato pundak dia, tp itu cuman sebentar seh) dan kecuali lagi pas ibadah terus ada lagu "bergandengan tangan" dan WL nya suru jemaat bergandengan tangan. hahahaha... *lupakan bagian itu*Gue excited menjalani hal ini, pacaran gue yang pertama (dan yg terakhir kalo bisa), dan gue mau Tuhan bentuk gue, karakter, habit, dan juga bagaimana kita saling mengasihi, bukan minta dikasihi. Saling mengakui dan menganalisa kekurangan, dan mengubahnya jadi kekuatan. It's not all about me anymore. It's about us, (me, him and God). Apa yang gue alami ini, mungkin nga pernah gue bayangkan, and that's how God always works in my life. You just have to had a real relationship with Him, and He will answer your prayer in His way.
I Praise You God Almighty, God of Love.
Sunday, 23 June 2013
PACARAN KUDUS part 2
After read the PACARAN KUDUS part 1, gue yakin pasti banyak yang agak2 nga suka, gimana seh caranya menahan napsu2 seperti itu, gue bisa bilang itu nga gampang, karena gue juga udah pernah jatuh dalam hal nga kudus satu ini. Ini sebagai refleksi aja, gue pernah dekat dengan 1 orang cowo (pas kuliah) dan yah bener seperti kata Grace Suryani, kecenderungannya besar untuk keep in together as long as we can, gandengan (lebih tepatnya gue yang gaet), rangkul dan pelok2 (eh notes pelokannya 5 detik doank trus udah), bahkan bobo siang dikamar dia, untungnya kita masih cukup sadar diri kaga sampe cium2. hahaha. Anyway sekarang gue sangat menyesal loh dengan tindakan gue dulu. bukan karena pada akhirnya gue nga jadian sama dia, tapi gue merasa dulu gue terlalu emosional (masih ABG, ababil dan blom ngerti) hahaha. tapi pada akhirnya ketika Tuhan memang tidak berkenan dengan perilaku gue, Dia sendiri yang menjauhkan kita berdua, karakter kita masing2 masih duniawi. Gue malah bersyukur, untung co itu juga anak Tuhan, sehingga kita juga masih mampu menjaga batasan2 fisik. Coba kalo bukan, udah abis gue di grepe2. hahaha.
nb : ciri orang berdosa : suka memberi pembelaan (cek brp byk pembelaan gue). hahaha
Anyway kebaktian hari ini di gereja, sebenernya bukan membahas mengenai pacaran Kudus, tapi gue merasa khotbahnya nyambung ke pergumulan hidup gue belakangan ini. Khotbahnya itu tentang bagaimana kita sabar dalam menghadapi penderitaan, gue mengkorelasikan bagaimana kita bertahan dengan hidup yang harus menjaga kekudusan (menjaga kekudusan itu pasti menderita karena menjaga kekudusan itu sulit dan penuh tantangan). ada satu point yang disebutkan pembicara kalau kita bisa bertahan dalam penderitaan pasti karena ada teladan orang2 kudus, pembicara itu menyebutkan beberapa nama tokoh Alkitab, tapi gue me-link-kannya dengan orang2 yang ada disekitar gue dan gue langsung melirik ke kanan gue, ada 2 orang yang mereka mungkin nga sadar, kalau mereka menjadi teladan untuk hidup gue. yang 1 cewe, teladan karena hidup dia bener2 Alkitabiah, kecintaannya akan Firman Tuhan bikin gue sujud sungkur, gilak banget dah, dan gue mau belajar untuk seperti dia, taat akan Firman Tuhan dan juga bisa aplikasikan dalam kehidupan sehari2. yang 1 lagi cowo, dan dia memberi image mengenai Godly man, Godly family leader and Godly leader.
Tahukah kamu kalau ada orang2 yang menjadi teladan disekitar kita, itu memberi pengharapan yang besar dalam hidup kita. Kalau sekedar dalam kisah di Alkitab, mungkin nga merasuk ke jiwa, tapi kalo orang2 itu hidup dan ada di samping kita. it feels different...! dua orang yang kebetulan duduk disebelah gue ini pasti nga tahu kalo gue meng-admire mereka. hahaha. Anyway, sadar nga sadar, ada yang melihat ke gue dan menjadikan diri gue point pengharapan mereka, maka itu gue harus benar2 kudus dihadapan Allah (bukan dihadapan manusia). gue bisa bilang begini karena ada yang pernah ngaku ke gue, anak remaja, dia dulu gue layani pas remaja, 2 tahun lalu kita retreat bareng dan dia bilang begini (gue lupa ucapannya kaya apa) "makasih yah ci, dulu udah jadi pembimbing saya, saya bisa begini sekarang karena cici" dan gue cuman bengong, padahal dulu gue nga berasa ngapa2in, bahkan dia itu bukan anak bimbingan gue (gue nga punya KTB/KK kecil.) dia admire melihat karakter dan sikap gue, terutama dalam hal pelayanan. dia mengucapkan itu dalam rangka appreciate tindakan gue. dan gue tersentuh.
Everybody should have mentor of life. Mentor utama kita tentu Tuhan sendiri. tapi seberapa pun umur kita, kita butuh mentor didunia. ketika kita masih kecil kita punya orang tua, ketika remaja kita punya cici2/koko2 gereja, ketika dewasa, kita punya orang2 yang lebih dewasa lagi atau bahkan teman sendiri. Tentu saja jangan hanya bergantung di "ceramahin" mentor, tapi ingat ada junior2 yang melihat keatas, maukah engkau jadi teladan bagi generasi muda ini?
Demikian dalam hal pacaran, gue punya idealis pacaran yang kudus, gpp gue harus cerewet dan ngomel atau marahin orang2 yang nga kudus, karena kalo memang itu nga sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan biarkan dunia ini semakin jatuh. Gue nga mau kompromi soal kekudusan ini, gue percaya Tuhan nga akan kompromi kasih gue pasangan yang sama2 kudus. Eh iyah, idealis pacaran kudus gue kaya apa? let me mention a bit : batasan fisik : nga pelok2, nga cium2, paling mentok cipika-cipiki 2 detik saja dan itu hanya event (birthday atau congrating), gandeng oke tp nga sering2 (keringetan entar), rangkul sekali2 (pegel kalo kelamaan). batasan lainnnya terutama dalam waktu, tetep akan rasional, berkunjung tidak malam2, pulang nga malam2, udah pulang masing2 nga chat sampe subuh. *bertolak belakang sama erni yang dulu* hahahha. I think is a must. When you appreciate your time of togetherness, everything will be perfect in time.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus didalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis : "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus". - 1 Petrus 1 :14:16
nb : ciri orang berdosa : suka memberi pembelaan (cek brp byk pembelaan gue). hahaha
Anyway kebaktian hari ini di gereja, sebenernya bukan membahas mengenai pacaran Kudus, tapi gue merasa khotbahnya nyambung ke pergumulan hidup gue belakangan ini. Khotbahnya itu tentang bagaimana kita sabar dalam menghadapi penderitaan, gue mengkorelasikan bagaimana kita bertahan dengan hidup yang harus menjaga kekudusan (menjaga kekudusan itu pasti menderita karena menjaga kekudusan itu sulit dan penuh tantangan). ada satu point yang disebutkan pembicara kalau kita bisa bertahan dalam penderitaan pasti karena ada teladan orang2 kudus, pembicara itu menyebutkan beberapa nama tokoh Alkitab, tapi gue me-link-kannya dengan orang2 yang ada disekitar gue dan gue langsung melirik ke kanan gue, ada 2 orang yang mereka mungkin nga sadar, kalau mereka menjadi teladan untuk hidup gue. yang 1 cewe, teladan karena hidup dia bener2 Alkitabiah, kecintaannya akan Firman Tuhan bikin gue sujud sungkur, gilak banget dah, dan gue mau belajar untuk seperti dia, taat akan Firman Tuhan dan juga bisa aplikasikan dalam kehidupan sehari2. yang 1 lagi cowo, dan dia memberi image mengenai Godly man, Godly family leader and Godly leader.
Tahukah kamu kalau ada orang2 yang menjadi teladan disekitar kita, itu memberi pengharapan yang besar dalam hidup kita. Kalau sekedar dalam kisah di Alkitab, mungkin nga merasuk ke jiwa, tapi kalo orang2 itu hidup dan ada di samping kita. it feels different...! dua orang yang kebetulan duduk disebelah gue ini pasti nga tahu kalo gue meng-admire mereka. hahaha. Anyway, sadar nga sadar, ada yang melihat ke gue dan menjadikan diri gue point pengharapan mereka, maka itu gue harus benar2 kudus dihadapan Allah (bukan dihadapan manusia). gue bisa bilang begini karena ada yang pernah ngaku ke gue, anak remaja, dia dulu gue layani pas remaja, 2 tahun lalu kita retreat bareng dan dia bilang begini (gue lupa ucapannya kaya apa) "makasih yah ci, dulu udah jadi pembimbing saya, saya bisa begini sekarang karena cici" dan gue cuman bengong, padahal dulu gue nga berasa ngapa2in, bahkan dia itu bukan anak bimbingan gue (gue nga punya KTB/KK kecil.) dia admire melihat karakter dan sikap gue, terutama dalam hal pelayanan. dia mengucapkan itu dalam rangka appreciate tindakan gue. dan gue tersentuh.
Everybody should have mentor of life. Mentor utama kita tentu Tuhan sendiri. tapi seberapa pun umur kita, kita butuh mentor didunia. ketika kita masih kecil kita punya orang tua, ketika remaja kita punya cici2/koko2 gereja, ketika dewasa, kita punya orang2 yang lebih dewasa lagi atau bahkan teman sendiri. Tentu saja jangan hanya bergantung di "ceramahin" mentor, tapi ingat ada junior2 yang melihat keatas, maukah engkau jadi teladan bagi generasi muda ini?
Demikian dalam hal pacaran, gue punya idealis pacaran yang kudus, gpp gue harus cerewet dan ngomel atau marahin orang2 yang nga kudus, karena kalo memang itu nga sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan biarkan dunia ini semakin jatuh. Gue nga mau kompromi soal kekudusan ini, gue percaya Tuhan nga akan kompromi kasih gue pasangan yang sama2 kudus. Eh iyah, idealis pacaran kudus gue kaya apa? let me mention a bit : batasan fisik : nga pelok2, nga cium2, paling mentok cipika-cipiki 2 detik saja dan itu hanya event (birthday atau congrating), gandeng oke tp nga sering2 (keringetan entar), rangkul sekali2 (pegel kalo kelamaan). batasan lainnnya terutama dalam waktu, tetep akan rasional, berkunjung tidak malam2, pulang nga malam2, udah pulang masing2 nga chat sampe subuh. *bertolak belakang sama erni yang dulu* hahahha. I think is a must. When you appreciate your time of togetherness, everything will be perfect in time.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus didalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis : "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus". - 1 Petrus 1 :14:16
Subscribe to:
Posts (Atom)
